Profil Madrasah

SD Maju Indonesia

Sekolah yang berkomitmen membentuk generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan.

Identitas Madrasah

Profil Singkat Madrasah

SD Maju Indonesia merupakan madrasah dengan status Swasta yang beralamat di Jl Maju Bersama, Indonesia Raya.

Nama Madrasah SD Maju Indonesia
NPSN 1234567
NSM 1234567890123
Status Swasta
Alamat Jl Maju Bersama, Indonesia Raya
Email sekolahmaju@gmail.com
WhatsApp 0851-2345-6789
Madrasah Ibtidaiyah

Madrasah Berbasis Nilai Keislaman

Mengintegrasikan pendidikan umum, keagamaan, pembiasaan ibadah, akhlak mulia, dan pengembangan karakter peserta didik.

MD Luffy
Kepala Madrasah

MD Luffy

Kepala Madrasah

Sambutan

Sambutan Kepala Madrasah

Assalamu'alaikum Wr. WB

Segala puji milik Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya website SD Maju Indonesia dapat menjadi media informasi resmi madrasah.

Website ini diharapkan menjadi sarana publikasi profil, prestasi, kegiatan, PPDB, dan layanan informasi bagi siswa, wali murid, alumni, serta masyarakat.

Kami berharap kehadiran website ini dapat mempererat silaturahmi dan meningkatkan layanan informasi madrasah. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pengelolaan website SD Maju Indonesia.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Sejarah

Sejarah SD Maju Indonesia

Perjalanan SD Maju Indonesia tumbuh dari semangat tokoh masyarakat untuk menghadirkan pendidikan Islam yang dekat dengan warga Kalipoh.

Sebelum 1957

Berawal dari Kepedulian Tokoh Masyarakat

Sejarah SD Maju Indonesia berawal dari kepedulian para tokoh masyarakat Kalipoh terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak di lingkungan sekitar. Pada masa itu, sebagian anak harus menempuh pendidikan di luar wilayah Kalipoh karena belum tersedia lembaga pendidikan formal yang dekat dengan masyarakat. Keadaan tersebut mendorong Bapak Ngalimi atau Bapak Kimun bersama Bapak H. Yasirullah dan tokoh-tokoh lainnya untuk merintis pendidikan yang lebih mudah dijangkau oleh warga.

Masa Perintisan

Belajar dari Rumah ke Rumah

Pada masa awal, kegiatan belajar belum berlangsung di gedung sekolah seperti sekarang. Para santri dan anak-anak dikumpulkan di rumah warga, salah satunya di rumah Bapak Basuki. Seiring bertambahnya jumlah murid, kegiatan belajar kemudian dibagi berdasarkan usia dan dilaksanakan di beberapa tempat, di antaranya rumah Bapak Basuki, Bapak Sahri, dan Bapak Kaspari. Dari ruang-ruang sederhana inilah semangat pendidikan Islam di Kalipoh mulai tumbuh. Perjalanan awal madrasah tidak dapat dipisahkan dari peran para guru dan tokoh penggerak pendidikan. Beberapa nama yang tercatat dalam sejarah perintisan antara lain Bapak Bahrudin, Bapak Ngalimi atau Bapak Kimun sebagai kepala sekolah, Bapak Sahri, Bapak Samsudin Baidowi, Bapak Sakun atau Dul Rohman dari Argopeni, serta Bapak Khoeroni atau Bapak Sadiman. Mereka mengajar dengan keterbatasan sarana, namun memiliki semangat besar untuk menghadirkan pendidikan agama dan ilmu pengetahuan bagi anak-anak Kalipoh.

1957

Izin Operasional dan Penguatan Kelembagaan

Beberapa tahun setelah masa perintisan, hadir seorang tokoh dari Kebumen bernama Bapak Kharis, putra Bapak Hayat. Beliau menikah dengan warga Kalipoh dan ikut mengembangkan madrasah. Bersama para tokoh masyarakat, madrasah kemudian didaftarkan hingga memperoleh izin operasional. Bapak Kharis selanjutnya dipercaya menjadi kepala madrasah. Pada masa ini, madrasah mulai memiliki arah pengelolaan yang lebih tertata.

Akhir 1950-an

Bantuan Guru dan Wakaf Tanah

Setelah memperoleh izin operasional, madrasah mendapatkan dukungan tenaga pendidik, termasuk bantuan guru negeri seperti Bapak Kholil, Bapak Rakim, dan beberapa tahun kemudian Bapak Toha. Kegiatan belajar yang semula tersebar di beberapa rumah akhirnya mulai dipusatkan setelah Bapak Mad Mirsan mewakafkan sebidang tanah untuk pembangunan sekolah. Wakaf tanah ini menjadi salah satu fondasi penting berdirinya madrasah sebagai lembaga pendidikan yang lebih permanen.

1970-an

Renovasi Swadaya Masyarakat

Bangunan awal madrasah masih sangat sederhana, menggunakan tiang kayu, dinding anyaman bambu, dan atap genteng Jawa. Sekitar tahun 1970-an, masyarakat bergotong royong melakukan renovasi. Bangunan mulai ditembok menggunakan bahan-bahan yang tersedia saat itu, seperti batu kali, pasir krokos, kapur, semen merah, dan material sederhana lainnya. Renovasi ini menjadi bukti kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap madrasah.

1972

Menjadi Bagian dari Yayasan Pendidikan Islam Sultan Agung Kebumen

Pada awal perkembangannya, madrasah dikenal sebagai Madrasah Wajib Belajar atau MWB Kalipoh dan bernaung dalam lingkungan pendidikan Islam masyarakat. Sekitar tahun 1972, setelah terjadi penataan kelembagaan, madrasah kemudian berkoordinasi dengan tokoh terkait dan masuk dalam naungan Yayasan Pendidikan Islam Sultan Agung Kebumen. Sejak saat itu, identitas madrasah semakin kuat sebagai bagian dari perjuangan pendidikan Islam di bawah nama Sultan Agung.

1990-an

Bangunan Semakin Permanen

Seiring bertambahnya kebutuhan pendidikan, bangunan madrasah terus mengalami perkembangan. Sekitar tahun 1990-an, madrasah dibangun lebih permanen dan mulai menyerupai bentuk bangunan yang ada saat ini. Perubahan fisik ini berjalan seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada madrasah sebagai tempat belajar, pembinaan akhlak, dan pengembangan karakter anak-anak Kalipoh.

Masa Kini

Madrasah Swasta Berbasis Masyarakat

Saat ini SD Maju Indonesia dikenal sebagai madrasah dengan status Swasta yang beralamat di Jl Maju Bersama, Indonesia Raya. Madrasah ini memiliki NPSN 1234567 dan menyelenggarakan pendidikan dasar berciri khas Islam. Dengan dukungan yayasan, guru, komite, wali murid, alumni, dan masyarakat, madrasah terus berupaya menjadi tempat tumbuhnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap lingkungan.

Ke Depan

Melanjutkan Warisan Para Perintis

Perjalanan SD Maju Indonesia adalah kisah tentang keikhlasan, gotong royong, dan cita-cita mencerdaskan generasi. Dari pembelajaran sederhana di rumah warga, madrasah ini tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Semangat para perintis menjadi warisan berharga untuk terus dijaga melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan karakter Islami, pelayanan pendidikan yang ramah anak, serta kerja sama yang baik antara madrasah dan masyarakat.

Arah Pendidikan

Visi dan Misi

Menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembinaan peserta didik.

Visi

Terwujudnya peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.

Misi

  • Menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Membiasakan perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menyelenggarakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
  • Mengembangkan potensi akademik dan non-akademik peserta didik.
  • Meningkatkan kedisiplinan, kemandirian, dan tanggung jawab siswa.
  • Membangun kerja sama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Organisasi

Struktur Organisasi

Struktur organisasi SD Maju Indonesia: Yayasan Pendidikan Islam Sultan Agung Kebumen berada di puncak, Tim Penasihat dan Komite Madrasah berada sejajar dengan Kepala Madrasah, Kepala Madrasah di tengah, sedangkan Guru dan Tenaga Non Pendidik menjadi turunan langsung Kepala Madrasah yang mendukung keberlangsungan operasional madrasah.

Naruto
Yayasan Pendidikan Islam Sultan Agung Kebumen

Naruto

Tim Penasihat

MD Garp
PenasihatMD Garp
MD Dragon
PenasihatMD Dragon
Shank
PenasihatShank
MD Luffy, M.Pd
Kepala Madrasah

MD Luffy, M.Pd

Komite Madrasah

Rike
Ketua KomiteRike

Wali Kelas

SBY
Wali Kelas 1SBY
Joko
Wali Kelas 2Joko
Bowo
Wali Kelas 3Bowo
Raka
Wali Kelas 4Raka
Mega
Wali Kelas 5Mega
Tedi
Wali Kelas 6Tedi

Guru

Habib
Guru MapelHabib
Tina
Guru MapelTina
Maman
Guru MapelMaman

Tenaga Non Pendidik

Roni
Bendahara dan TURoni
Rufi
OperatorRufi
Feri
PustakawanFeri
Erik
Tim Kreatif MediaErik
Tugas dan Fungsi

Tugas Pengelola Madrasah

Ringkasan tugas utama pengelola madrasah dalam mendukung pelayanan pendidikan, administrasi, pembelajaran, dan pengembangan peserta didik.

Kepala Madrasah

Mengelola, mengarahkan, dan mengembangkan madrasah agar kegiatan pendidikan berjalan efektif, tertib, dan bermutu.

  • Menyusun perencanaan dan kebijakan madrasah.
  • Mengorganisasi, mengarahkan, dan mengawasi kegiatan madrasah.
  • Mengatur proses pembelajaran, administrasi, sarana prasarana, dan keuangan.

Wali Kelas

Mendampingi peserta didik dalam pengelolaan kelas, administrasi kelas, dan perkembangan belajar siswa.

  • Mengelola kelas dan ketertiban siswa.
  • Menyusun administrasi kelas seperti absensi, jadwal pelajaran, piket, dan tata tertib.
  • Mencatat perkembangan, mutasi, dan kondisi khusus siswa.

Guru

Melaksanakan pembelajaran secara efektif, menyenangkan, dan bertanggung jawab terhadap perkembangan belajar siswa.

  • Menyusun perangkat pembelajaran.
  • Melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
  • Melakukan penilaian, analisis hasil belajar, remedial, dan pengayaan.

Tata Usaha

Mengelola layanan administrasi madrasah agar kegiatan kelembagaan berjalan tertib dan terdokumentasi.

  • Menyusun program kerja tata usaha.
  • Mengelola administrasi ketenagaan dan siswa.
  • Menyusun data, statistik, dan laporan madrasah.

Bendahara

Mengelola keuangan madrasah secara tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

  • Menerima, menyimpan, dan mengelola dana madrasah.
  • Melakukan pembayaran sesuai persetujuan Kepala Madrasah.
  • Membayar honor/gaji dan kebutuhan kegiatan.

Operator Madrasah

Mengelola data dan aplikasi digital madrasah untuk mendukung administrasi pendidikan.

  • Mengelola aplikasi EMIS dan Simpatika.
  • Mengelola RDM, ERKAM, BOS, dan SIM-Sapras.
  • Mendukung pendataan ANBK, PDUM, dan PIP.

Pustakawan

Mengelola perpustakaan sebagai pusat literasi, sumber belajar, dan layanan bacaan bagi warga madrasah.

  • Merencanakan pengadaan buku dan bahan pustaka.
  • Mengelola layanan perpustakaan.
  • Melakukan inventarisasi dan administrasi koleksi.

Pengelola Laboratorium

Mengelola sarana laboratorium agar dapat digunakan secara tertib, aman, dan mendukung pembelajaran praktik.

  • Merencanakan kebutuhan alat dan bahan laboratorium.
  • Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan.
  • Menata penyimpanan dan inventaris alat.
Fasilitas

Sarana dan Prasarana

Fasilitas pendukung kegiatan belajar, ibadah, pembiasaan karakter, dan aktivitas siswa.

Ruang Kelas

Ruang belajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran harian peserta didik.

Perpustakaan

Mendukung kegiatan literasi, membaca, dan pengembangan wawasan siswa.

Mushola / Tempat Ibadah

Digunakan untuk pembiasaan ibadah, doa bersama, dan kegiatan keagamaan.

Media Pembelajaran

Sarana pendukung pembelajaran agar kegiatan belajar lebih menarik.

Halaman Madrasah

Digunakan untuk upacara, olahraga, bermain, dan kegiatan luar kelas.

Fasilitas Kebersihan

Mendukung lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman.

SD Maju Indonesia

Mari Mengenal Madrasah Lebih Dekat

Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut tentang profil madrasah, program pendidikan, kegiatan, dan penerimaan murid baru.